Penulis: Antonius Sandy Triyoso | Editor: Yefta Revli Noldie Senduk
SURABAYA, ZKEPTIC – Di era modern saat ini, cukup
mudah mendapatkan penghasilan dengan berbagai cara, khususnya menjadi seorang streamer. Berbagai rintangan maupun
keterbatasan tak membuat Hwong Desou dan Mocharon
putus asa menghadapinya. Berawal dari sebuah hobi, Hwong Desou mendalami bakatnya di dunia streamer sejak duduk di bangku SMA
karena kegemarannya dalam berinteraksi dengan orang lain. Begitu pula dengan Mocharon, ia mulai menekuni keahliannya ketika diajak oleh salah seorang
temannya yang juga memiliki hobi yang sama, yaitu cosplay.
![]() |
| Mocharon, Kota Surabaya (26/04/2022) |
![]() |
| Hwong Desou, Kota Surabaya (25/04/2022) |
Ingar
bingar komentar tak membuat mereka patah semangat. Berbagai tanggapan pedas
yang dilontarkan justru menjadi bahan candaan dan konsumsi publik. Adanya
kritikan pun menjadikannya acuan untuk menjadi lebih baik. Namun jika melampaui
batas, Mocharon tak segan untuk menyebarkan foto pribadi atau akun yang telah
menghina fisiknya. Berbeda dengan Hwong Desou. Sosok lelaki di balik karakter
dua dimensi tersebut tetap menanggapi santai komentar-komentar yang ada. Bila
terdapat komentar yang fatal sekalipun, ia lebih memilih mengabaikannya dan tak
menanggapinya.


Komentar
Posting Komentar