Penulis: Antonius Sandy Triyoso | Editor: Yefta Revli Noldie Senduk
SURABAYA, ZKEPTIC – Kecantikan merupakan sebuah stereotip yang dikejar oleh hampir semua perempuan.
“Cantik itu relatif? Jelek itu mutlak.” Begitu bukan, quote jaman sekarang?
Hmm tapi kalian lihat kecantikan itu dari mana sih?
Hampir rata-rata yang ditunjukkan kepadaku adalah orang-orang dengan ciri-ciri badan tinggi, kulit putih, dan wajah yang kinclong. Glowing brow…
![]() |
| Alexandra, Surabaya (17/05/2022) |
Keinginan untuk mengikuti ajang Puteri Indonesia Jawa Timur berawal pada tahun 2019. Namun, ia mempertimbangkan kemampuannya terutama dalam public speaking, wawasan, vokasi, dan catwalk yang
Alexandra rasa masih kurang untuk ajang tersebut.
Kemudian keinginan tersebut muncul kembali pada tahun 2020. Sayangnya, pada tahun yang sama, ajang Puteri Indonesia Jawa Timur juga diliburkan karena pandemi Covid-19.
Melewati kesempatan bukan berarti terlambat!
Alexandra sempat mendengarkan gosip-gosip informasi pembukaan audisi Puteri Indonesia Jawa Timur 2021. Pada tahun ini sebenarnya pandemi covid-19 masih ada, tetapi tidak separah tahun sebelumnya. Akhirnya, Alexandra membulatkan tekadnya “kalau misal 2021 mau ikut, yaudah ayo prepare! (latihan).” ujarnya pada dirinya sendiri.
Tak sia-sia! Usahanya membuahkan hasil menjadi urutan ke-12 Puteri Indonesia Jawa Timur 2021 dan masuk ke dalam organisasi bernama Ikatan Alumni Puteri Indonesia Jawa Timur (IAPI).
Ajang kecantikan
Puteri Indonesia Jawa Timur ini sangat bergengsi. Pasalnya, kecantikan memiliki kriteria tertentu di mata sebagian orang. Hampir
orang-orang yang berkecimpung dengan dunia ini merasa tidak percaya diri. Begitu pula dengan Alexandra, ia merasa minder karena tidak memiliki dasar seorang model dan terhadap tinggi badannya. Ia merasa dalam dunia kecantikan, tinggi
badanya masih bisa dikatakan pendek daripada yang lain. Namun, ia berpikir bahwa akan lebih baik jika menjadi diri sendiri. Kita tidak akan maju jika terus berusaha menjadi orang lain.
Cantik itu bukan dari kriteria yang dikatakan kebanyakan orang, tapi bagaimana kita bisa menonjolkan keunikan yang sesuai dengan karakter kita.
Keunikan dan karakter merupakan style seseorang. Sedikit banyak orang yang mengerti bahwa style sangat berpengaruh pada pandangan orang lain terhadap kita.
Ingat ketika kita bersekolah? Baju masuk dibilang culun dan baju keluar dibilang jagoan. Terdapat karakter dalam berpakaian yang dapat meninggalkan kesan ketika seseorang melihatnya.
Meski berasal dari tempat yang cukup terpencil, gadis Lumajang ini dapat membuktikan kecantikan yang unik di hadapan para juri dalam ajang bergengsi. Faktanya, pengalaman paling berkesan dalam dunia model atau putri kecantikan yang diraih
oleh Alexandra adalah berhasil menempati finalis 12 dari 30 semifinalis
lainnya. Alexandra pun tak menyangka dapat meraih prestasi tersebut mengingat ia tidak seperti peserta lain yang memiliki dasar seorang model.
Ajang ini
tidak hanya menentukan siapa pemenang dan siapa tercantik, tapi juga memberikan privilege setelah mengikutinya. Beberapa privilege tersebut adalah workshop kecantikan, program organisasi, hingga promosi. Alexandra
sendiri mengatakan bahwa tawaran untuk show sudah mulai ada. Ia pun mendapatkan
beberapa produk kecantikan khususnya pada brand yang memiliki kerja sama dengan
organisasi IAPI. Tak hanya itu, organisasi IAPI juga memiliki program dan tawaran
event yang bisa dijalankan oleh peserta terpilih masuk kedalam organisasi ini.
Tak hanya cantik, gadis Lumajang ini merupakan sosok yang tangguh.
Sebelum mengenal dunia kontes kecantikan, Alexandra Mevelyn gemar menekuni bidang olahraga ketika ia duduk di bangku SMP. Berkesempatan mengikuti lomba basket dan lari jarak pendek, tak disangka, hanya sedikit temannya yang tahu bahwa dirinya pernah meraih juara tiga dalam lomba tolak peluru di kejuaraan sekolah.


Komentar
Posting Komentar