Penulis: Putri Beauty Goldini Florenzko | Editor: Andrea Avelina Eren Prameswari
![]() |
| Balai Pemuda, Kota Surabaya (17/5/2022) |
SURABAYA, ZKEPTIC - Sebagai seniman, memang banyak hal yang tidak mudah, karena masih banyak orang yang kurang menghargai akan adanya seni. Philip berumur 41 tahun ini,dengan membawa saksofon, rambut yang panjang, dengan memakai topi, merupakan ciri khas utama seorang seniman.
De Simpangsche Sociëteit dikenal sebagai gedung para kaum elit, terutama bangsawan Eropa pada masanya. Merupakan peninggalan bersejarah bangsa Indonesia, gedung ini terletak di Jalan Gubernur Suryo No. 15, Surabaya. Pada mulanya gedung ini hanya difungsikan sebagai tempat perkumpulan para elit pada masa Hindia Belanda. Namun seiring berjalannya waktu, gedung ini pun dialihfungsikan untuk kepentingan umum, seperti seminar, pameran, resepsi pernikahan, audisi seni, pagelaran musik, dsb.
Beralih fungsinya Balai Pemuda ternyata membawa dampak yang luar biasa bagi perkembangan Kota Surabaya, khususnya dalam bidang seni. Balai Pemuda yang mulai dibuka sebagai destinasi wisata sejak akhir tahun lalu, memiliki banyak spot menarik di dalamnya, seperti perpustakaan kota, air mancur yang berada di lahan lapang, food court, dan galeri seni yang berada di basement.
Sebagai destinasi wisata, Balai Pemuda secara perlahan memiliki banyak pengunjung yang kerap berdatangan, baik untuk berfoto ataupun menyaksikan pameran seni.
![]() | ||
Philip, seniman Surabaya, Kota Surabaya (17/5/2022) |
Dalam pengabdiannya sebagai guru dan seniman, banyak hal yang tidak bisa disamakan, karena saat menjadi guru di sekolah, Philip harus mengoreksi pekerjan-pekerjan sekolah para muridnya, dan tidak memiliki waktu untuk berkegiatan sebagai seniman. Maka dari itu perlu adanya waktu luang jika ingin memperkenalkan identitasnya sebagai seniman. Pameran yang dihelat oleh Philip dan para rekan kerjanya berlangsung dalam naungan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).
Dalam pertanyaan kami mengenai suka dan duka yang dialami oleh Philip, ia menjawab dengan sangat unik, “Dalam menjadi seniman sangat lah wajar adanya persaingan, jangankan seniman, pelajar satu dan lainnya juga wajar, tetapi harus menanggapinya dengan baik, karena adanya persaingan membuat semangat untuk berkembang. “
Selama berlangsungnya acara itu, Philip hanya mendapati kesan yang ia sukai. Banyaknya warga yang antusias dengan berkunjung dan menikmati acara tersebutlah yang membuatnya suka. Hingga saat itu, ia masih belum menemukan duka dari kegiatan yang sedang diembannya.
Tim ZkeptiC sempat menanyakan hal yang membuat Philip bangga menjadi seniman, jawabnya “Menjadi seniman ini sudah menjadi bagian dari hidup dan bangga menjadi seorang seniman.”
“Luar biasa, karena fasilitas yang didapatkan. Sehingga pengunjung yang datang nyaman untuk kembali ke Balai Pemuda ini.” Itulah tanggapan Philip ketika diliput oleh tim ZkeptiC pada 17 Mei kemarin.
Ia juga menyampaikan
bahwa dalam pameran tersebut pemerintah berkontribusi untuk memberikan tempat
yang bagus dan menjadikan Balai Pemuda sebagai tempat dalam mengembangkan seni.
Bukan hanya dari pameran, tetapi juga diberikan tempat untuk mempermudah
pengembangan tersebut. Dalam hal ini, dibutuhkan adanya komunikasi yang lebih
baik lagi dari dua pihak. Karena pemakaian tempat tersebut masih terhitung
baru, maka dibutuhkan proses bagi pemerintah untuk membantu para seniman dalam
mengembangkan tempat ini untuk menjadi lebih
baik lagi.
![]() |
| Event oleh MGMP Surabaya, Kota Surabaya (17/5/2022) |
Kegiatan acara yang dihelat oleh para guru dalam Musyawarah
Guru Mata Pelajaran (MGMP) tersebut diawali dengan pertunjukkan musik yang
secara langsung dapat memikat hati para pendengarnya untuk larut dalam alunan
lagu. Dibalut dengan iringan saksofon, lagu-lagu yang dibawakan semakin
terkesan setingkat kelas klasik dan menambah nilai estetika dari pameran seni
yang diadakan.



Komentar
Posting Komentar