Pelatian UKM Basket selama masa pandemi

Penulis: Andreas Christian | Editor: Aedwin Nyo H.C

 

UNESA Basket Club

SURABAYA, ZKEPTIC - Sejak pandemi Covid-19 melanda, Masyarakat dunia harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Salah satunya menggunakan masker dan membatasi hubungan tatap muka yang bersentuhan langsung. Membuat keramaian di tempat umum juga menjadi hal terlarang karena rangkaian kebijakan Pembatana Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah.

Universitas Negri Surabaya atau yang lebih dikenal dengan sebutan UNESA adalah salah satu universitas Negri masuk dalam daftar tersebut menduduki peringkat ke-15 sebagai kampus terbaik di Indonesia dan masuk Best Quartile Q1 atau kategori satu yang menunjukan bahwa Universitas Negri Surabaya sudah sangat berpengalaman dalam dunia belajar dan mengajar sehingga melahirkan lulusan yang sangat berkualitas, UNESA sendiri yang sudah berdiri sejak 19 Desember 1964. Pada awal berdirinya, Unesa bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surabaya (IKIP Surabaya) dan berubah nama menjadi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada tanggal 12 Oktober 1998 setelah melakukan rapat senat. UNESA memiliki segudang keunggulan yaitu Kampusnya Calon Guru, Fasilitas Kampus Yang Lengkap, Memiliki Tenaga Pengajar Yang Profesional dan masih banyak lagi. Universitas Negri Surabaya memiliki sangat banyak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dapat diikuti salah satunya adalah bola besar atau bola basket yang memiliki pengajar yang professional. 

ZkeptiC mewawacarai salah satu mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, Rivanda yang bergabung di UKM Basket kampusnya. Rivanda aktif di UKM Basket Ceria, dirinya merasa pandemi Covid-19 mengakibatkan adanya penurunan skill dan daya tahan tubuh, menurut Rivanda “tidak bisa berlatih secara maksimal karena ada pelatihan basket yang disebut basket ceria yang membuat skill dan data tahan tubuh Rivanda masih cukup terjaga meski adanya sedikit penurunan.”. Tanpa disangka dengan bakat yang dimiliki Rivanda pun dipilih sebagai koordinator dalam UKM basket yang memiliki tugas yang menyeleksi peserta yang baru masuk, penerimaan dan penyerahan atribut atau jersey yang mengakibatkan Rivanda hampir mengetahui semua anggota satu angkatanya yang mengikuti UKM Basket .

Rivanda menghadapi beberapa rintangan yaitu dalam proses penerimaan anggota baru yang tentunya tidak hanya berasal dari kota Surabaya saja akan tetapi ada yang berasal dari luar pulau juga, tidak semua anggota baru dapat bertemu secara tatap muka dan hal itulah yang menyulitkan Rivanda dalam melihat kemampuan dari anggota yang baru masuk karena banyak yang terhalang waktu, tempat dan jam. Halangan yang kedua adalah tantangan dalam melakukan kegiatan saat daring yaitu susahnya mengumpulkan semua anggota dalam satu tempat yang sama bersamaan karena banyaknya kesibukan dari anggota-anggota yang lain, yang

ketiga adalah susahnya penyampaian materi melalui online dikarenakan akan lebih efisien apabila melakukan praktek secara langsung dan untuk penyesuaian yang dilakukan apabila sudah melakukan latian secara offline Rivanda tidak menentukan sehingga memberi kebebasan bagi para anggota yang mengikuti latian untuk menggunakan masker atau tidak ketika proses latian berlangsung yang terpenting menjaga keamanannya sendiri-sendiri, hal ini didasari dengan ketentuan universitas yang mengharuskan sudah melakukan Vaksin ke-2 dan booster sehingga memperkecil penyebaran virus.

 

Komentar