Pahlawan Jentik: Budayakan Satu Rumah Satu Jumantik
pada tanggal
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Penulis : Tirza Larasati | Editor : Agnes Putri
Para Kader Jumantik Menanggal saat mengunjungi rumah warga untuk pemeriksaan rutin (ZkeptiC/20 Mei 2022)
SURABAYA, ZKEPTIC - Tok tok tok…. Permisi…. Apakah arti pahlawan menurut kalian? Sebagian besar orang mendefinisikan pahlawan adalah orang yang rela berkorban dan rela melakukan apa saja demi kesejahteraan hidup orang banyak. Ya, begitu pula dengan para pahlawan jentik di Kelurahan Menanggal ini. Pahlawan jentik atau yang lebih dikenal di masyarakat Surabaya dengan Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) berompi merah delima yang seakan tidak pernah lelah untuk membasmi jentik-jentik di tiap rumah warga. Dari matahari terbit hingga berada di atas kepala, Kader Jumantik tetap setia mengetuk satu per-satu pintu warga demi meminimalisir adanya jentik nyamuk.
Reporter ZkeptiC mengikuti perjalanan para pembasmi jentik ini mulai dari jarum panjang menunjukkan angka 12 dan jarum pendek menunjukkan angka 7. Para kader biasa berkumpul di basecamp milik mereka sendiri. Setelah kurang lebih setengah jam menunggu kawan kader yang lain, akhirnya sudah lengkap formasi pembasmian jentik ini.
Briefing sebelum berangkat menuju rumah warga (ZkeptiC/20 Mei 2022)
Dimulai dari rumah paling jauh, hingga paling dekat. Formasi hari ini dipimpin oleh satu-satunya pria, Tumirin. Laki-laki yang sehari-harinya berprofesi sebagai security ini tidak merasa malu karena kader Jumantik biasa dilakukan oleh wanita. Seakan jumpa fans, Tumirin menyapa semua warga yang lewat. Ia mengenal hampir setiap warga di kelurahan ini. Warga yang di sapa pun selalu menyapa balik laki-laki jangkung ini. Memang, selain jangkung, laki-laki manis ini terkenal sangat ramah dimanapun ia berada.
Tumirin saat memimpin rombongan Jumantik (ZkeptiC/20 Mei 2022)
Laki-laki yang kurang lebih usianya sudah setengah abad ini juga sering membantu para ibu-ibu Jumantik ketika ingin memasuki rumah yang penghuninya tidak ingin membukakan pintu. Bak seorang pahlawan di terik matahari, ia juga memberikan sosialisasi dan edukasi kepada warga yang tidak ingin diperiksa rumahnya. Dan, yap. Iron Man di siang bolong ini berhasil membuat pemilik rumah luluh dan akhirnya membukakan pintu.
Selain pria bertempat tinggal di Sepanjang ini, ada seorang pahlawan perempuan yang berhasil di wawancarai oleh tim reporter ZkeptiC. Veebry, begitu orang memanggilnya, yang merupakan salah satu pahlawan Jumantik Menanggal bertempat tinggal di Jalan Menanggal 3 Gg. Jeruk No. 6.
Veebry Matulessy saat di wawancarai oleh reporter ZkeptiC (ZkeptiC/20 Mei 2022)
Sudah setengah dekade sejak dirinya bergabung menjadi Kader di Surabaya. ‘Panggilan untuk melayani’ merupakan latar belakang Veebry ketika memulai mengabdi menjadi Kader Jumantik. Begitu mulia alasannya ketika ditanya oleh tim ZkeptiC mengenai latar belakangnya menjadi Kader Jumantik. “Kita melayani kan nggak harus kebetulan saya nasrani, kita melayani nggak harus di gereja ya. Kita bisa melayani di lingkungan, salah satunya jadi Kader seperti ini. Secara nggak langsung, kita melayani warga. Itu aja, lebih ke panggilan” ujar wanita manis berkacamata ini. Tidak banyak orang mengetahui jika ‘panggilan’ bisa menggiring kita melakukan aktivitas yang lebih baik.
“Untuk rumah-rumah yang elite, lebih banyak penolakan. Terkadang kita hanya diterima di depan pagar. Kadang kita dianggap sebagai orang minta-minta, pernah dulu kejadian seperti itu.” ujar wanita 42 tahun ini ketika menceritakan tentang kedukaan menjadi seorang kader Jumantik. Memang tidak dapat dipungkiri jika pekerja sosial seringkali dianggap sebagai pekerjaan remeh yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Nyatanya tidak, pekerjaan yang mereka lakukan tidak mudah. Berkeliling di tengah teriknya sang surya, mengetuk setiap rumah, bahkan tak jarang mereka mendapat hinaan.
Wanita yang lahir di Surabaya ini juga bercerita jika pernah ada kasus demam berdarah di sekitar lingkungannya. Yang disalahkan pertama kali siapa? Tentu para kader berompi merah ini. Padahal bisa saja orang yang terkena demam berdarah terkena virus dari tempat lain selain dari rumahnya. Maka dari itu para kader tidak hanya memeriksa rumah-rumah saja, tetapi perkantoran dan tempat umum pun tidak ketinggalan untuk mereka pantau.
Pahlawan Jentik memeriksa salah satu kantor (ZkeptiC/20 Mei 2022)
“Kadang dari laporan hasil pantau kami, hasilnya baik. Semua negatif. Tiba-tiba ada kasus demam berdarah. Nah itu yang kadang bikin kita kaget. Disitu kita harus turun, untuk benar-benar lihat lingkungan sekitar, kondisinya ada jentik atau enggak. Padahal pas udah dikontrol lagi, hasilnya bagus. Jadi mungkin kasus DB (demam berdarah) nggak cuma ada di lokasi tempat dia tinggal. Mungkin bisa di tempat kerja, atau sekolah” cerita pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan oleh wanita bermarga Matulessy ini.
“Suka nya, kita bisa melayani, bersosialisasi, menemukan banyak teman. Dalam kader kan juga ada organisasi, jika bergabung disitu, pasti akan mempunyai banyak teman.” utas wanita bedarah timur ini di bawah rindangnya pepohonan daerah Gayungsari Barat.
Lalu bagaimana upaya mereka untuk menangani jentik? “pada saat kita ingin memeriksa jentik, kita juga ingin mengedukasi warganya untuk menjaga kebersihan di lingkungan rumah masing-masing. Minimal satu minggu sekali untuk memeriksa jentik.” Upaya yang luar biasa dari kader-kader hebat milik Surabaya ini. Selain memeriksa, mereka juga mengedukasi dan bersosialisasi kepada warga terkait pentingnya menjaga kebersihan rumah. Karena sesuai dengan motto yang dimiliki oleh Kader Jumantik, Budayakan Satu Rumah Satu Jumantik yang berarti dalam satu rumah, ada yang bertanggung jawab untuk kebersihan, jadi bukan sepenuhnya tanggung jawab dari kader.
Sudah merupakan tanggung jawab masing-masing orang untuk menjaga kesehatan. Kebersihan rumah pun menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan. Tetapi perlu diingat, tidak hanya kebersihan rumah yang diperhatikan. Kebersihan lingkungan kerja, bermain, bahkan suasana hati pun perlu diperhatikan. Karena jika kita bisa menjaga kebersihan dimanapun kita berada, kelak akan dijauhkan dari penyakit-penyakit yang ingin menggerogoti tubuh kita.
Komentar
Posting Komentar