Memulai Bisnis Hanya Untuk Membangun Transportasi di Flores, Hingga Memiliki Agen di Seluruh Wilayah di Flores
Penulis : Jovanka Lomi, Agnes Meliani, Editor : Andrea Avelina
![]() |
| Foto bersama owner agen Gunung Mas di Maumere (25/4/2022) |
“Awalnya saya memulai bisnis ini untuk membangun transportasi antar kota di Flores, untuk mempermudah masyarakat Flores, ataupun para wisatawan yang ingin melakukan perjalanan di Flores,” tukas Koko Ari adik dari Bapak Charlie Kepada reporter ZkeptiC, pada saat di wawancarai di agen travel Gunung Mas, Maumere, Flores, (25/4/2022).
Berbekal membangun Flores menjadi wilayah yang maju, Charlie
kemudian memutuskan memulai bisnis ini. Kemudian dilihat dari perkembangan
bisnis ini yang memang sudah terkenal di wilayah Flores ini.
“Sejauh ini perkembangannya kita mengutamakan servis yang
terbaik untuk para traveller, jadi kita punya market sendiri, dan sementara ini
masih bagus cuman terkadang naik turunnya tergantung musim” ujar pria
berkacamata ini.
Gunung Mas memang punya keistimewaan tersendiri di hati masyarakat,
karena memang pelayanannya yang bagus dan mereka memprioritaskan kenyamanan
dari penumpang, dan memaksimalkan fasilitas bus baik bagian luar maupun dalam
dengan teknologi yang canggih.
“Kita juga sudah menjalin kerjasama dengan beberapa instansi,
seperti susteran misalnya, sehingga mereka mempercayakan kita dalam hal
transportasi, kita juga punya banyak agen diseluruh wilayah di Flores ini, jadi
memang memudahkan orang untuk mengakses kita” Ujar Ari.
Itu merupakan cara bisnis travel ini mempromosikan bisnisnya
kepada masyarakat untuk menggunakan jasa travelnya. Namun tidak menutup
kemungkinan bahwa saat pandemi pasti megalami naik turunnya pendapatan atau
pelanggan.
“Saat pandemi itu kita sempat tutup beberapa hari, tetapi
saat sudah mulai longgar PPKM dibuka itu kita mulai beroperasi lagi, tapi mencoba
merubah sedikit aturan, dan lebih mengarahkan penumpang untuk taat prokes,
untuk pemasukan pastinya menurun. Karena syarat PPKM jadi para pelanggan
mungkin takut untuk keluar atau jalan-jalan menggunakan bus ini.” Kata Ari.
Pandemi memang mematikan beberapa usaha, tidak terkecuali
bisnis travel. Penurunan pendapatan pastinya akan menjadi faktor yang utama.
Akan tetapi pasti adanya upaya dari setiap pebisnis untuk mempertahankan
bisnisnya.
“Pada saat pandemi kita punya upaya yaitu mempertahankan
servis. Jadi selama buka aktivitas dan pelayanan kita tetap sama sebelum
pandemic maupun sesudah tetap kita pertahankan. Jadi upaya kita lebih ke
servisnya.” Ujar Ari lagi.
Banyak juga yang penasaran untuk supir yang direkrut ke
bisnis travel ini. Terlebih, bisnis travel Gunung ini dapat terbilang Agen
Traveler yang memang sudah sangat popular dikalangan wisatawan Flores. Pastinya
mereka akan sangat memperhatikan supir-supir terbaik untuk direkrut dan sebagai
kunci dari jalannya bisnis ini.
“Semua pasti butuh pengalaman, yang pasti kita mencari yang
terbaik dari yang terbaik. Kita akan cek kelengkapan sim, lalu kita lihat
pengalaman kerjanya. Akan ada uji cobanya kalo bermasalah atau punya penyakit
yang serius kita akan mempertimbangkan matang-matang.” Kata Ari.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa bisnis seperti ini pasti
akan ramai dimasa yang akan datang, tidak bisa disalahkan karena semua orang
bebas memilih bisnis apa yang ingin dibangun. Ini akan berpengaruh pada
konsistensi dari pemilik bisnis untuk mencari berbagai cara mempertahankan
pelanggan. Saingan akan bertambah namun kecerdasan berbisnis dapat
mengalahkannya.
“Kalo mengatasi permasalahan itu kita lebih mempertahankan pelayanan pastinya, karena kebanyakan dari sini mereka menggunakan alat transport yang seadanya, kalo dari kita sendiri kita fokuskan ke fasilitas. Jadi tiap beberapa tahun kita ganti secara berkala armada kita, jadi akan selalu nyaman buat pelanggan kita” Jawab Ari dari pertanyaan yang saya lontarkan.
Hanya
Supir Flores, yang Bisa Taklukan Jalur Darat Flores
Jarum jam menunjukan pukul 21.00 WITA. Suasana Kota Maumere tampak lenggang dan sepi. Namun, Leo baru saja memulai harinya untuk bekerja. Dengan setelan seragam biru, dirinya tampak sibuk melakukan sesuatu. Rupanya, dia sedang melakukan ritual khusus kepada leluhur.
![]() |
| Reporter ZkeptiC bersama supir Gunung Mas, Leo di Maumere (27/4/2022) |
“Kita memang
selalu meminta izin kepada leluhur daerah setempat jika ingin melewati
daerahnya” kata Si Jagoan darat ini.
Flores memang meiliki lintas jalur yang cukup menguji adrenalin, tidak heran jika supir di Flores hanya bisa orang Flores saja. Lintasannya yang seperti ular, bahkan ada satu lintasan di Flores yang disebut Round Snake karena tikungannya yang tajam dan berbelok-belok seperti cara jalan ular.
“Karena
memang kita orang Flores dan sudah terbiasa dengan jalur ekstrim, jadi kita
harus berhati-hati, jangan lalai. Karena perjalanan jauh juga cukup melelahkan”
kata si penakluk jalur ekstrim.
Karena
penasaran, reporter ZkeptiC mencoba untuk menelusuri lebih dalam cerita langsung
dari supir di Gunung Mas Maumere. Reporter ZkeptiC berhasil mewawancarai seorang
supir Gunung Mas. Walaupun awalnya sangat susah untuk bertemu karena waktu tiba
di agennya yang tidak tentu. Namun akhkirnya reporter ZkeptiC bisa menemukan salah
satu dari mereka yaitu Leo, seorang supir Gunung Mas yang sudah bekerja sejak
tahun 2019. Menurutnya ini waktu yang cukup muda untuk menjadi seorang supir di
Travel Gunung Mas.
“Gunung Mas
punya agen yang cukup besar, maka banyak yang ingin menjadi supir di Gunung
Mas. Sehingga kita para supir memang berlomba-lomba untuk masuk kesini. Untuk
persyaratannya itu punya pengalaman jadi supir, punya sim dan harus tertib” ujar
Leo pria hitam manis ini.
![]() |
| Foto : Proses wawancara bersama Pak Leo supir Gunung Mas, Maumere (27/4/2022) |
“Setiap hari
kita harus tetap jalan, meskipun sepi penumpang, tetapi tetap diberi upah.
Selama bekerja lebih banyak sukanya karena memang kita menikmati pekerjaan ini.
Kalo untuk duka mungkin adanya iri hati antar kami sesama supir.” Ujar Leo dengan ekspresinya yang datar.
Menjadi
seorang supir di Gunung Mas ini memang menjadi ajang lomba bagi sesama yang
berprofesi sebagai supir. Namun travel bisnis yang sudah terkenal seperti ini
pastinya akan mencari seorang supir terbaik dari yang terbaik.
Gunung Mas
punya cara sendiri untuk menguji kehebatan dari supir-supir yang baru direkrut,
cukup unik dan tidak terduga. Gunung Mas menjadikan penumpang sebagai mata-mata
untuk Si Supir. Melihat dari caranya membawa bus sehingga membuat penumpang
merasa nyaman.
Seorang
supir Gunung Mas pastinya sudah mahir dalam mengendalikan tubuhnya untuk
menghadapi pekerjaannya. Bekerja di travel Gunung Mas ini perlu tubuh yang sehat
dan tahan banting, karena waktu istirahat yang sangat sulit di dapat. Namun
tidak diragukan lagi bahwa supir Flores memang sudah mahir dalam hal ini.
“Istirahat
itu di waktu pemberhentian, seperti saat masuk Ruteng atau Maumere itu kita
istirahat. Kita tidur dan bangun pagi jam 6:30 WITA untuk keluar dari agen dan jalan
ke tempat tujuan. Kita dikasih vitamin, dan memang kami juga tau porsi tubuh
kami” kata Leo kepada reporter ZkeptiC.
![]() |
| Foto : Tempat penginapan supir Gunung Mas di Maumere |
Waktu tempuh
perjalanan memang terbilang cukup jauh antar kota. Apalagi jalurnya yang
ekstrim membuat perjalanan semakin terasa jauh.
“Untuk waktu
dari Maumere ke Ruteng itu 12 jam, 306 kilo. Tapi ada istirahatnya untuk makan”
kata Leo yang ekspresinya tetap sama dari awal wawancara.
Dari hasil
wawancara reporter ZkeptiC, Leo berharap Gunung Mas akan terus mempertahankan
konsistensinya dalam pelayanan menjadi Travel di Flores. Dan membuat kepuasan
tersendiri untuk pelanggan dan wisatawan.





Komentar
Posting Komentar