SURABAYA, ZKEPTIC – Berkecimpung dengan dunia Master
of Ceremony sejak SMA hinggamenjadisalahsatucirikhasmahasiswaFakultasIlmuKomunikasi,UniversitasKatolik Widya Mandala Surabaya, Timotius melanjutkan
perjalanannya bersama Jacqueline untuk mengembangkanbakatyangmerekamiliki.Denganpassionyangsama,JuanFilbertturuthadir mendalami
ketertarikannya dengan menuntut ilmu di
Fakultas IlmuKomunikasi.
Juan Filbert, Kota Surabaya (23/04/2022)
Berbicara
di muka umum merupakan kemampuan dasar yang
harus dimiliki oleh setiap individuuntukmempermudahaktivitasdikehidupansehari-hari.Namun,
menurutJacqueline, berbicara di
depan publik adalah sebuah passion atau
panggilan dari diri sendiri. “Ketika kita mempelajari ilmu komunikasi, kita memiliki tujuan untuk mengomunikasikan
pesan dengan berbagai cara sembari memerhatikan etika berkomunikasi yang baik”
ujarJacqueline.
Timotius, Kota Surabaya (24/04/2022)
BermulamenjadicontentcreatorhinggamerintiskarirdibidangMasterofCeremony,berbagai suka duka pengalaman yang
Timotius lewati tak henti-hentinya membuatnya jatuh bangun. Lain halnya dengan
Jacqueline dan Juan Filbert, mereka merupakan sosok yang senang berbicara dan menjadi pusat perhatian semua orang.
Menjadi MC harus siap menghadapi tantangan, salah satunya adalah melawan diri
sendiri. “Kalau kamu tidak bisa mengontrol dirimu sendiri dengan baik, maka
pikiran yang kamu ciptakan akan
membuatmu menjadi semakin gugup ketika membawakan acara tersebut sehingga merasa kurang percaya diri” ujar JuanFilbert.
Jacqueline, Kota Surabaya (24/04/2022)
“Kalau
cuma sekedar MC tanpa ilmu komunikasi dengan teori-teorinya ya hasilnya hanya
sekedar mengobrol dan membawakan acara tanpa tahu bagaimana harus bersikap”
ujar Jacqueline. Menurut Timotius dan Jacqueline, untuk menjadi seorang Master of Ceremony tidak perlu
mempelajari ilmu komunikasi. Namun, ilmu komunikasi merupakan landasan dalam
berkomunikasi.
Komentar
Posting Komentar