| Situasi Warung Bebek Purnama di malah hari. |
Penulis: Monika Leila | Editor: Jeane Khan
SURABAYA, ZKEPTIC - Bebek Goreng Purnama merupakan salah satu
kuliner yang terkenal di daerah Surabaya dan sudah berdiri sejak tahun 1992.
Bebek ini dulunya berada di Jalan Pajajaran, tepatnya di seberang Bioskop
Purnama. Lalu pada tahun 1997 pemilik warung tersebut memindahkan warungnya
tepat di depan Bioskop Purnama. Menurut Ridho, usaha bebek tersebut dinamakan
Bebek Purnama karena tempat untuk berjualannya tepat di depan Bioskop Purnama.
Selain itu, keistimewaan dari bebek ini adalah memiliki serundeng yang
berlimpah yang memiliki cita rasa tersendiri yang gurih, ukuran bebek yang
besar, dan harga dari per porsi bebek tersebut juga terjangkau. Bebek Purnama
pertama kali diproduksi orang tua Ridho yang saat ini sudah mengambil alih
usaha keluarganya.
Cara yang biasanya
digunakan oleh penjual Bebek Purnama untuk mengatasi nasi bebek yang masih
tersisa saat penjualan yaitu mereka menyimpan kembali sisa bebek yang masih
tersisa, sehingga bisa digunakan untuk berjualan keesokan harinya. Dikarenakan waktu
bertahan dari bebek goreng tersebut kisaran 3 hari. Cara itulah yang biasanya
dilakukan oleh penjual Bebek Purnama untuk mengatasi nasi bebek yang masih
tersisa, karena saat berjualan pastilah ada waktu untuk habis dan juga tidak
habis. “Kalau bebeknya sisa ya itu disimpan, disimpan nanti ya buat besok lagi
bisa ya, bertahan 3 hari”, kata Ridho.
Ridho menjelaskan jumlah
ekor bebek yang terjual dalam waktu 1 hari biasanya 40-50 ekor bebek,
tergantung dari ramainya pembeli.
Waktu yang dibutuhkan
untuk membuat bebek tersebut yaitu yang pertama untuk proses pemotongan bebek
itu sendiri biasanya memerlukan waktu sekitar 2 jam, yang kedua untuk proses
pemasakan bebek tidak memerlukan waktu yang lama, yaitu tidak sampai 1 jam.
“Kalau masaknya sebentar, paling tidak sampai 1 jam. Masaknya loh ya. Tapi kalau motongnya, untuk pemotongannya itu bisa sampai 2 jam”, ucap Ridho.
Penjualan Menurun
Kesulitan yang dihadapi
sebagai penjual bebek goreng seperti waktu penjualan sedang sepi-sepinya.
Selain itu, dengan adanya covid-19 juga berdampak bagi usaha Bebek Purnama
yaitu kondisi penjualan yang menurun, jika biasanya bebek ini ramai dipadati
oleh pembeli tetapi dengan adanya covid-19 maka akan sepi pembelinya. Lalu
dalam proses penjualan tidak memakai meja makan, karena pembeli tidak
diperkenankan makan di tempat. Ridho menambahkan “Dengan diberlakukannya
peraturan-peraturan tersebut, salah satu manfaatnya yaitu untuk menghindari
kerumunan. Biasanya Bebek Purnama mulai buka pukul 16.00 WIB dan tutup
berjualan pukul 00.00 WIB”, ujar Ridho.
Salah satu pembeli Bebek
Purnama yang bernama Caken (47) mengaku mengetahui tempat ini dari media dan
rekan kerjanya yang menyarankan dan merekomendasikan makanan legendaris ini.
Caken mengaku hampir setiap hari mampir membeli bebek, dirinya mulai mengenal
tempat ini sejak tahun 2019. Menurut Caken daya tarik Bebek Purnama
adalah daging bebeknya yang empuk dan enak ketika dikunyah lalu bumbunya yang
memiliki kenikmatan tersendiri sehingga menarik minat banyak pembeli. “Saya
sudah merekomendasikan Bebek Purnama kepada teman-teman saya yang berasal dari
Nusa Tenggara Timur untuk makan di Bebek Purnama”, kata Caken.
Komentar
Posting Komentar