Penulis : Yosep Jehata | Editor : Marcell Arsya
![]() |
| Eli Prasetiyo saat di wawancarai oleh tim ZkeptiC |
SURABAYA, ZKEPTIC - Duarrrr !!!! terdengar bunyi tembakan dari kamar si Dongki, sahabatnya si Runcing mendengar bunyi tembakan itu langsung bergegas menuju kamar si Dongki. Dia kaget ketika melihat darah yang berceceran dilantai, spontan dia langsung berlari kearah Dongki yang tergeletak dilantai. Mengangkat kepala dan menutup luka tembakan yang ada dikepala dengan kain, namun apalah daya nyawa si Dongki tak dapat tertolong.
Ketika diwawancarai oleh wartawan mengenai kronologi kematian Dongki sahabatnya, mengatakan “sahabat saya Dongki mengalami gangguan depresi dan gangguan kecemasan yang tinggi, saya tidak tahu penyebab mengapa dia mengalami gangguan seperti itu, dia jarang bercerita dan suka memendam semua masalahnya. Namun yang pasti ketika dia melihat benda-benda tajam keinginan untuk melukai dirinya sendiri sangat tinggi serta warna merah mungkin menjadi penyebab kematianya, karna setahu saya orang-orang yang mengalami gangguan depresi tingkat tinggi akan melihat itu sebagai darah, sehingga keinginan untuk bunuh diri sangat tinggi” ujar Runcing
Cerita diatas hanya fiktif belaka, namun kejadian, gangguan mental serta perlakuan untuk melukai diri sendiri bahkan bunuh diri merupakan sesuatu yang nyata di lingkungan masyarakat yang disebut mental illnes.
Konsep mental illnes mengacu pada gangguan mental dimana seseorang merasakan gejala-gejala yang menyerang fisik maupun psikis dan berkaitan dengan emosi
Menurut Eli Prasetiyo, Dosen Psikologi UKWMS saat diwawancara melalui zoom (11/05) mengatakan “ mental illnes merupakan gangguan secara mental seseorang yang tidak sehat, apakah itu bisa mempengaruhi bagaimana cara dia berpikir?, bagaimana perasaannya?, serta yang paling mencolok adalah perilakunya”. sebut Eli
Gangguan mental memiliki beberapa jenis dan tingkatan yang mempunyai ciri khasnya sendiri serat metode pengobatan yang berbeda – beda. Beberapa diantaranya hanya menggunakan metode terapi percakapan saja seperti memberi motivasi dan yang paling tinggi dengan mengonsumsi obat secara berkala hingga terapi berkepanjangan.
Dia juga menambahkan “ mental illnes itu memiliki beberapa tingkatan, dimana tingkatan yang paling tinggi adalah depresi dan gangguan kecemasan. 16-24 tahun menjadi usia yang paling banyak mengalami atau mempunya gejala mental illnes hal ini dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti diputus sama pacar, terlalu banyak tugas dari sekolah, suka over thinkin dan yang paling baru dipengaruhi oleh peralihan metode pembelajaran dari Luring ke daring, dimana ekspektasi dari anak sekolah yang ingin bersekolah atau kuliah secara luring di luar ekspektasi, membuat mereka jadi depresi.” ujar Eli
Tiap jenis gangguan mental atau mental illnes mempunyai berbagai macam faktor penyebab, baik karena trauma masa lalu hingga warisan genetik.
“Genetik dan lingkungan sosial menjadi faktor yang paling utama munculnya mental illnes, gejala awalnya itu sudah mulai kehilangan minat terhadap apapun, mungkin dia dulunya suka main, terus secara tiba-tiba dia kehilangan minat untuk bermain. Dulu teman saya aktif tapi sekarang kok dia menarik diri dia susah dihubungi bahkan kalau sudah kita datang pun juga dia menolak, seperti itu gejala berarti kita perlu simpatui terhadap teman-teman kita yang seperti itu”. ungkap Eli Prasetiyo
Dukungan keluarga, teman dan lingkungan sosial merupakan beberapa indeks agar mental illnes bisa hilang atau sembuh. Dalam penutupnya saat wawancara beberapa hari lalu Eli Prasetiyo, memberikan beberapa tips untuk mencegah dan mengobati mental illnes, diantaranya :
Mencari Bantuan Para Profesional
Berkonsultasi dengan para profesional seperti psikolog dan psikiater, dapat mempercepat pemulihan mental illnes dimana psikolog akan membantu anda untuk konseling psikososial. Dimana nantinya psikolog akan memotivasi serta menjadi pendengar dan akan memberikan solusi untuk mencegah dan mengobati mental illnes. Sedangkan dengan berkonsultasi dengan psikiater anda akan melakukan terapi setiap minggu atau bulan serta memberikan obat dengan dosis yang tepat tergantung tingkat dari tingkat masalah yang anda alami
Perbanyak Aktivitas Fisik
Dengan aktivitas fisik seperti berolahraga, bersih-bersih rumah dapat mengalihkan perhatian anda untuk memikirkan hal negatif, sehingga gangguan kecemasan dan depresi secara tidak langsung akan terabaikan dan lambat laun akan hilang.
Mengonsumsi Obat Yang di Rekomendasi Oleh Dokter
Penggunaan obat untuk mengobati penyakit mental illnes bertujuan untuk mengubah senyawa kimia yang ada di otak manusia. Pemberian obatan ini biasanya dikombinasikan dengan terapi untuk hasil pengobatan yang lebih efektif
Menceritakan Masalah Dengan Orang Terdekat
Tak bisa dipungkiri dengan bercerita atau curhat dengan orang terdekat timbul rasa kepuasan dari dalam diri karna telah melampiaskan setiap permasalahan yang dia alami. Selain curhat, menangis dapat juga menyembuhkan penyakit mental illnes, karena dengan meluapkan setiap permasalahan kita dengan menangis anda akan terbiasa dengan hal tersebut, sehingga ketika ada permasalahan berat yang dapat mengganggu mental akan segera terlampiaskan dengan menangis atau curhat.
Jangan Malu Untuk Bertanya atau Berkonsultasi
Para remaja lebih khusus laki-laki cenderung memendam setiap persoalan yang dia alami. Gengsi menjadi salah faktor penyebabnya. Ternyata dengan memendam setiap permasalahan yang kita alami akan berdampak negatif bagi kesehatan mental. Bagaimana tidak, ketika seseorang terus memendam setiap masalah yang dialami lalu ketika suatu waktu dia mendapatkan masalah yang lebih besar laki-laki cenderung melampiaskan nya dengan jalan pintas. Maka tidak heran kalau laki-laki menempati posisi pertama dalam kasus bunuh diri.

Komentar
Posting Komentar