Penulis : Graziela Dhyra | Editor : Maria Atakelan
![]() |
| Foto bersama Ferry dan anak didiknya |
SIDOARJO, ZKEPTIC - Pandemi Covid-19 berdampak pada dunia olahraga Tanah Air. Berbagai kompetisi dan turnamen olah raga pun diundur dan para atlet terkendala latihan karena harus menghindari kontak fisik. Tetapi di saat sekarang sudah tidak terdengar lagi tentang kasus Covid ini, karena itu tidak memutuskan usaha pelatih dinas club yang satu ini.
Ferry Setiawan seorang pelatih olahraga taekwondo PUSLACABS (Pusat Latihan Cabang Sidoarjo) ini yang sudah mendalami taekwondo sejak duduk di bangku SMP kelas 3. Usahanya hingga bisa menjadi seorang pelatih tidaklah mudah, pasti akan ada jatuh bangunnya.
Tidak mudah menjalani latihan dengan proses yang awalnya masih menjadi anak didik dan sekarang bisa menjadi pelatih di Sidoarjo. Setiap perjalanan juga memiliki susah dan senangnya seperti yang dilalui oleh Ferry Setiawan. “Kalau dibilang susah dan senangnya itu sebenarnya tidak ada kalau kita bisa menarik kesimpulan untuk saat ini., tetapi dahulu susahnya membagi waktu antara main, belajar, dan berlatih. Kalau kita ingin berprestasi harus mengurangi waktu bermain untuk berlatih lebih baik. Apalagi ketika berlatih terus kena tendang pasti bengkak. Untuk senangnya juga banyak dapat bertemu teman baru, badan sehat, percaya diri, dan ketika menang bisa berdiri di atas podium dan menerima penghargaan adalah satu kebanggaan” ucap Ferry.
Proses yang dilalui oleh Ferry juga tidak mudah dia harus berlatih dari awal hingga sekarang pun saat menjadi pelatih dia juga masih sering berlatih. “Saya dulu juga semuanya masih berlatih dari dasar iya, jadi taekwondo itu dari sabuk putih-kuning-kuning strip hijau-hijau-hijau strip biru-biru-biru strip merah-merah-merah strip hitam 1-merah strip hitam 2 dan yang terakhir sabuk hitam. Jadi prosesnya harus tetap berlatih terus menerus. Setiap ada kejuaraan dimana pasti selalu saya ikut, dan intinya semuanya yang diarahkan oleh pelatih saya dulu masih saya ingat hingga sampai sekarang” ucap Ferry.
Bukan hanya laki-laki saja yang bisa menggeluti olahraga yang satu ini, menurutnya olahraga taekwondo ini bisa diikuti setiap kalangan mulai dari anak kecil hingga yang sudah dewasa. Olahraga yang menantang ini juga tidak menutup kemungkinan untuk para anak perempuan.
“Salah satunya bagi saya itu sangat menantang olahraga yang benar-benar cowo banget, tapi tidak menutup kemungkinan untuk cewe bisa mengikuti olahraga taekwondo ini. Paling tidak bisa menumbuhkan percaya diri, badan lebih sehat, kita bisa menjaga diri sendiri, jadi lebih percaya diri lah dimana saja” ujar Ferry.
Ferry Setiawan selaku pelatih Taekwondo di daerah Sidoarjo ini menyampaikan rasa bangganya juga terhadap keberhasilan anaknya yang juga ikut mendalami olahraga taekwondo ini. Irena Putri menjadi atlet terbaik dan merebut medali emas pada Kejuaraan Taekwondo Provinsi di Kelas Prestasi Tahun 2021.
Dan harapan untuk para atlet Taekwondo ini agar bisa mengembangkan Taekwondo di Indonesia jadi lebih berkembang dan banyak lagi untuk prestasinya. namun dengan keberhasilan tersebut diharapkan para atlet agar tidak berpuas diri dan dengan prestasi tersebut dapat meningkatkan semangat untuk terus berlatih sehingga dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi dan juga membangun kebaikan bagi semua atlet dan para pelatih.
| Hasil kejuaraan pertandingan taekwondo |
Reporter ZkeptiC juga melakukan wawancara dengan Alken seorang anak SD anak dari pelatih Ferry. Alken sering melihat ayahnya latihan di lapangan hingga menginjak 7 tahun Alken mulai berlatih dari sabuk putih. Dilatih sendiri bersama ayahnya dan ada juga teman-teman lainnya. “Awal saya mengikuti taekwondo, karena saya diajarkan beladiri dengan ayah saya. Dan saya mulai tertarik dengan beladiri taekwondo setelah itu saya di ikut kan kejuaraan taekwondo dengan ayah saya. Saya terus berlatih dan mengikuti latihan tambahan bersama ayah saya. Untuk memperbaiki beladiri saya” ucap Alken. Dari seringnya Alken mengikuti Latihan dan kejuaran hingga sekarang mencapai sabuk hijau strip biru adalah satu kebanggan yang dirasakan oleh Alken. Usaha yang dilakukan tidak akan sia-sia ketika dilakukan dengan penuh semangat.
Ketika ditanya apakah tertarik dalam mengikuti olahraga Taekwondo ini, si bocah kelas 6 SD ini ternyata sungguh tertarik dan sejak kecil sering mengikuti ayahnya hingga mengikuti kejuaraan. “Iya, saya juga dari kecil sudah dilatih ayah hingga kejuaraan. Biasanya latihan Taekwondo bersama ayah 2-3 hari dalam seminggu” ujar Alken.
Apalagi dia juga mempunyai kedua adik yaitu Arya dan Iren yang juga mengikuti taekwondo. Mereka dilatih oleh pelatih Ferry sendiri hingga sampai mengikuti berbagai kejuaran. Dari kejuaran tingkat kota hingga provinsi yang diikuti oleh keluarga kecil ini. “Adik saya Iren dan Arya juga ikut diajarkan bela diri sejak kecil karena mereka sendiri yang ingin punya seni bela diri yaitu taekwondo. Mareka dilatih oleh ayah saya dari sabuk putih hingga sekarang Iren sabuk hijau dan Arya sabuk kuning.” ucap Alken.

Komentar
Posting Komentar