| Batagor Rahma yang berlokasi di sebelah UKWMS |
Penulis:Agnes Vania | Editor: Sifra Eunike
SURABAYA, ZKEPTIC - Berburu kuliner di Surabaya memang tidak akan ada habisnya. Terdapat banyak sekali kuliner legendaris yang ada di Kota Pahlawan ini. Salah satunya Batagor Rahma atau dikenal dengan nama Batagor WM. Batagor WM merupakan salah satu makanan legendaris di kalangan masyarakat Surabaya. Seperti namanya, Batagor WM terletak di depan kampus Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), atau tepatnya di Jl. Mojopahit No. 1, Surabaya. Batagor WM ini buka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dari Senin sampai Minggu. Jajanan ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 3.000 saja dan pembeli akan mendapatkan batagor dengan isi tahu, kentang ataupun telur puyuh dengan bumbu kacang yang melimpah.
Memiliki tekstur yang renyah, rasa yang gurih, dan bumbu yang melimpah, batagor WM ini tidak hanya terkenal dikalangan mahasiswa UKWMS saja, tetapi juga seantero Surabaya. Namun di masa pandemi sekarang ini, penjualan batagor WM menurun hingga 50% dibandingkan dengan penjualan sebelum pandemi. Adanya pandemi ini menyebabkan Batagor WM sepi pelanggan dikarenakan adanya protokol kesehatan yang mengharuskan masyarakat untuk tidak berkerumun dan tidak meninggalkan rumah.
Di masa pandemi, UKWMS ditutup untuk sementara waktu dan mahasiswa diharuskan kuliah secara online. Walaupun demikian, ternyata hal ini tidak terlalu berpengaruh. Menurut penjual Batagor WM yang kerap disapa Qolis, “ketika kampus sudah dibuka kembali karena kasus Covid-19 yang menurun, hanya beberapa mahasiswa UKWMS yang membeli batagor WM dan lebih banyak pembeli dari masyarakat sekitar Batagor WM. ”
Semenjak menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia khususnya di Surabaya, penjualan batagor ini mulai mengalami peningkatan lagi. Banyak pelanggan yang mulai berdatangan kembali setelah sekian lama sepi pembeli. Selain itu, naiknya harga minyak juga tidak mempengaruhi penjualan batagor ini. Naiknya minyak goreng tentu cukup berpengaruh untuk penjual Batagor WM. Namun, mereka masih tetap mematok harga yang sama dengan porsi yang dikurangi dari biasanya. Sehingga para konsumen tetap membeli batagor WM walaupun porsi nya dikurangi dari biasanya. Qolis mengatakan bahwa, ”harga batagor naik, tapi naiknya tidak terlalu banyak.”
Agung (49) salah satu pembeli mengaku mengetahui Batagor WM ini dari salah satu temannya yang juga merupakan lulusan dari UKWMS ini. Agung sudah sering membeli batagor ini bahkan lebih dari 10 kali. Menurut Agung, Batagor WM memiliki cita rasa yang enak dan juga tekstur yang kenyal. Sehingga Agung juga merekomendasikan Batagor WM ini ke teman-temannya.
Di masa pandemi Covid-19 ini, pemerintah sudah menyarankan untuk
mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker. Namun penjual dari
batagor WM ini tidak menggunakan masker saat menjual batagor. Saat ditanya
mengapa Agung tetap membeli batagor WM ini walaupun penjual tidak menggunakan
masker, Agung mengatakan bahwa “ya yakin aja tidak akan ada apa-apa dan
pastinya aman karena alat-alat yang digunakan untuk memasak terlihat bersih.”
Selain itu dengan naiknya batagor WM ini, Agung merasa bahwa Batagor WM ini
tidak mengalami kenaikan dan tetap terjangkau.
Komentar
Posting Komentar