Kembali Tatap Muka, UNESA Siap?

 Penulis: Amelia Cornelia | Editor: Keisya Natalia


SURABAYA, ZKEPTIC - Sejak pandemi Covid-19 melanda, masyarakat dunia harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Salah satunya membatasi hubungan tatap muka dan bersentuhan langsung. Membuat keramaian di tempat umum juga menjadi hal terlarang karena rangkaian kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah. Pendidikan menjadi salah satu yang paling terdampak Sejak pandemi Covid-19.

Khususnya bagi mahasiswa jurusan olahraga di Universitas Negeri Surabaya. Berbagai peraturan yang sudah disediakan oleh universitas layaknya harus dihargai dan selalu ditaati guna kelancaran dalam proses perkuliahan itu sendiri. Lalu bagaimana penyesuaian di Universitas Negeri Surabaya ketika harus berkegiatan secara tatap muka. 

Noortje Anita Kumaat, Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan di UNESA
"Sudah ada rencana untuk tatap muka tetapi ada kendala beberapa mahasiswa posisi masih di luar kota atau daerah juga belum semua sudah lengkap vaksin nya “ucap Noortje Anita Kumaat, salah satu dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan di UNESA.

Dalam proses mengajar secara daring pastinya terdapat kesulitan, lalu berikut tanggapan dari dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan. “Untuk kesulitan pasti kami temui karena secara efisiensi dan efektifnya tidak bisa maksimal untuk penyampaian materi, terlebih pemahaman mahasiswa untuk tiap materi.”

Tanggapan dari salah satu mahasiswa Universitas Negeri Surabaya bernama Noniki terhadap pembelajaran olahraga yang tetap berjalan selama pandemi Covid-19 berlangsung. “Untuk saya sendiri, saat pembelajaran daring pasti menemui kesulitan, contohnya dimana pada saat kita mendapat pembelajaran dari dosen yang seharusnya dilaksanakan secara langsung (praktik), tetapi kita dituntut untuk mengerti materi yang diajarkan tanpa mempraktekannya.”

Noniki mahasiswa UNESA

Masalah dalam pembelajaran saat daring tidak lepas dari masalah jaringan.” Untuk tantangan sendiri, bagi saya tidak ada. Namun bagi teman saya ada, seperti contohnya, adanya kendala sinyal. Mahasiswa UNESA sendiri juga tidak hanya berasal dari Surabaya ataupun Sidoarjo, melainkan ada yang datang dari beberapa daerah. Jadi mereka harus keluar masuk dan ketinggalan berbagai materi.” Ujar Noniki mahasiswa UNESA.

Pengalaman unik dari mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang membuatnya heran dan terkesan lucu “Untuk pengalaman unik dari saya sendiri belum ada, namun beberapa contoh dari adik kelas saya, jadi mereka ada mata kuliah bernama renang, dimana yang seharusnya dilaksanakan secara offline, yakni praktik langsung. Akan tetapi, diakibatkan oleh pandemi, mereka disuruh oleh dosen untuk memprakti
kkan secara berdiri gerakan renang seperti itu. Jadi itu unik banget dan lucu.”


Komentar