Tips Aman dan Nyaman Kuliah Luring ala Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya di Tengah Pandemi COVID-19

Penulis :  Yosep Jehata | Editor : Marcell Arsya Prasetya

SURABAYA, ZKEPTIC - Perkuliahan luring menjadi impian yang belum terwujud bagi sbagian mahasiswa UKWMS, bagaimana tidak, semenjak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia kurang lebih dua tahun terakhir tentu membawa banyak perubahan. Salah satunya adalah dalam dunia pendidikan di mana kegiatan yang sebenarnya dilakukan secara luring diubah ke metode daring atau online.

    Maygel Eka Tahir, Mahasiswa FIKOM UKWMS menyampaikan aspirasinya saat diwawancara melalui Zoom, Selasa (10/5/2022). “Sederhana saja, saya  hanya ingin merasakan bagaimana perkuliahan secara luring, di semester satu kuliah dilakukan secara during tentu itu sangat membosankan belum kalau ada kendala sama divive dan provider , tentu itu sangat merasakan, kalau kuliah secara luring untuk adanya gangguan atau ada materi yang kurang jelas kita bisa langsung tanya kedosenya”



    Dia juga menambahkan “ Walaupun disemester dua ini saya mengikuti perkuliahan secara luring namun kesan yang saya berikan kurang baik, karena awalnya dikampus banyak orang, tapi waktu mengikuti perkuliahan secara luring ternyata semuanya diluar ekspetasi, cuma ada beberapa orang saja dan suasananya sanagat jauh, tidak terlalu banyak yang kami lakukan cuma ngobrol biasa saja, tapi balik lagi saya tetap merasakan gaya, bisa mendapatkan teman baru, bisa merasakan sebagai manusia yang baru masuk kampus tapi kalau soal suasana itu sebenarnya jauh dari ekspetasi saya selama ini”.

    Ditengah perkuliahan yang dilakukan secara luring dan during yang diterapkan UKWMS beradar isu dikalangan mahasiswa dan dosen, dimana disemester yang akan datang Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya akan menerapkan perkulian full luring. Isu yang beradar pun menjadi bahan pembicaraan di kalangan mahasiswa.

    Menanggapi isu yang beredar, Monica Florencia selaku Humas UKWMS angkat bicara mengenai persoalan tersebut ;  “ mengenai perkuliahan luring di semester depan sampai saat ini masih belum ada info pastinya tanggal berapa. Tapi, Universitas secara bertahap menginginkan untuk anak-anak bisa kuliah secara  tatap muka. Jadi mereka bisa kuliah luring tidak perlu online lagi atau kalau ada yang masih mau hybrid ya jadi tetap hybrid dimana online dan luring berjalan bersama. Tapi kedepan memang kami ingin anak-anak bisa kuliah seperti sebelum pandemi hadir secara langsung di kampus. Kalau pertimbangannya tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan.”

    “Yang pertama keputusan dari pemerintah karena bagaimanapun kita harus mengikuti keputusan dari pemerintah ada himbauan , ada pertimbangan apa itu harus diperhatikan. Kedua himbauan dari pemerintah provinsi terutama dari gubernur,  karena setiap wilayah pasti berbeda - beda kondisinya ada yang mungkin masih siaga atau masih di level berapa itu pasti berbeda – beda,  himbauan dari pemprov itu sangat diperhatikan.”

    Biasanya pimpinan universitas selalu memantau pemberitahuan terutama dari satgas covid itu biasanya kalau pengumuman dari pemerintah atau pemprov keluarnya H-1 sebelum batas dari pengumuman sebelumnya itu biasanya menjadi acuan. Jadi kalau sudah ada perkuliahan atau pertemuan proses belajar mengajar sudah bisa ditingkatkan persentasenya,  yang menjadi himbauan pasti dan juga melihat dari lingkungan yang paling utama. Karena di kampus  kita tidak  hanya melihat dari tempatnya teman-teman mahasiswa, tapi area kampus juga harus mendapatkan perhatian,  apakah situasinya sudah kondusif atau secara lingkungan bisa menerima teman-teman kembali ke kampus.”

 

Monica Florencia saat di wawancarai oleh tim ZkeptiC

    Biasanya pimpinan universitas selalu memantau pemberitahuan terutama dari satgas covid , biasanya kalau pengumuman dari pemerintah atau pemprov keluarnya H-1 sebelum batas dari pengumuman sebelumnya itu biasanya menjadi acuan. Jadi kalau sudah ada  perkuliahan atau pertemuan proses belajar mengajar sudah bisa ditingkatkan persentasenya itu yang menjadi himbauan pasti dan juga melihat dari lingkungan terutama. Karena di kampus ini kan kita paling tidak bisa hanya melihat dari tempatnya teman-teman mahasiswa tapi area kampus juga harus mendapatkan perhatian apakah situasinya sudah kondusif atau secara lingkungan bisa menerima teman-teman kembali ke kampus”. ungkap Monica Florencia (09/05/2022)

    Dia juga menambahkan beberapa tips bagi mahasiswa yang  nantinya akan mengikuti perkuliahan secara luring.

    “Yang pertama itu protokol kesehatan itu harus jalan. Walaupun kita tidak terbiasa datang harus ke bilik disinfektan, kita cuci tangan dulu, scan tempratur dulu, terus harus pakai peduli lindungi dulu. Biasanya kita tinggal datang tinggal masuk dan tinggal ke kelas begitu. Tapi kalau sekarang pasti mau tidak mau demi keamanan dan kenyamanan bersama kita tidak bisa egois dalam kondisi seperti ini hanya mementingkan diri sendiri kita tidak bisa egois.”

    “Karena bagaimanapun ada banyak orang yang ingin kuliah secara luring ketemu lagi sama teman-temannya, kangen praktikum, kangen kerja kelompok di kampus sampai sore. Tidak boleh egois jadi tetap menaati protokol kesehatan harus jalan terus sebisa mungkin menjaga kebersihan masing-masing . kalau misalnya badannya mulai terasa tidak enak harus aware, terus paling tidak kontak lah paling ke PA-nya masing-masing atau ke wakil dekannya, atau infolah paling tidak supaya jangan sampai keburu parah, nanti akhirnya  baru tau oh anaknya ternyata kena ini, atau apa harus lebih aware jangan sampai kita juga tidak ingin  kalian merasa  saya tidak diperhatikan  sama fakulta,s padahal fakultas sendiri sudah sering mengingatkan.”

    Jadi yang pasti protocol kesahatan dan jaga diri sendiri. Aware sama kondisi badan sendiri, rasanya apa ini,  ada perkembangan apa ini, harus seperti apa, walaupun kedengarannya simpel, tapi karena untuk kepentingan banyak orang jadi tetap harus diperhatikan. Protokol keshatan pasti nomor satu”. Jelasnya

    Dalam penutupnya Monica Florencia menyampaikan bahwa, “ kerja sama dari setiap warga kampus Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya untuk mengurangi penyebaran Covid-19 sangatlah penting guna perkuliahan luring disemester yang akan datang bisa dilaksanakan tanpa adanya gangguan.”. jelasnya



Komentar