Penulis : Agnes Putri | Editor : Maria Tiara
SURABAYA, ZKEPTIC - Mudik sudah menjadi tradisi dalam kehidupan masyarakat. Lebaran menjadi momen yang tepat untuk melangsungkan mudik. Namun, dua tahun belakangan, tradisi ini dilarang oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. seolah tidak pernah ada.
Pada 12 Maret 2022 lalu, Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setriyadi mengatakan mudik tahun ini sudah kembali diperbolehkan, dengan vaksin booster sebagai salah satu syarat, sesuai dengan SE Satgas Penanganan Covid-19 No.11/2022.
Banyak orang menantikan momen mudik tahun 2022 ini, salah satunya adalah Ester Putri (24) yang menyatakan bahwa kebijakan booster untuk mudik tahun 2022 ini sangat efektif untuk menggalakkan masyarakat agar mau melakukan vaksinasi booster. Masyarakat yang sudah menahan mudik selama dua tahun tentu tidak keberatan dengan kebijakan tersebut.
![]() |
| Ester Putri saat menunggu bus di Terminal Bungurasih Surabaya |
“Karena sebelumnya banyak orang enggan melakukan booster, karena tidak menjadi keharusan. Namun dengan adanya event lebaran, masyarakat diberikan kesempatan mudik oleh pemerintah dengan syarat sudah booster, mau tidak mau membuat masyarakat harus vaksin booster.” ujar Ester Putri, salah satu pemudik yang menggunakan moda transportasi bus di Terminal Bungurasih Surabaya. Meskipun pemerintah menyatakan vaksin booster sebagai syarat mudik, tidak semua masyarakat ingin divaksin, karena booster menyebabkan banyak kerumunan dan tidak menutup kemungkinan penyebaran virus Covid-19.
| Chacha yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah |
“Sebenarnya saya kurang setuju, karena dengan booster tidak menjamin orang tidak terinfeksi Covid-19. Orang dengan vaksin lengkap saja bisa kena (Covid-19), dan dengan adanya booster ini bisa menambah kerumunan orang antri booster, selain itu kita semua juga tahu bahwa saat ini booster juga agak sulit dicari,” kata Chaca (23) , warga yang memilih tidak melakukan mudik.
Menurut salah satu tenaga kesehatan RKZ Surabaya, Lina, booster diperlukan karena berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Orang yang mudik cenderung bergembira dan bersenang-senang, sehingga menghabiskan tenaga dan imunitas tubuh bisa menurun. Jika tidak ada booster untuk meningkatkan kekebalan, bisa terjadi penularan.
“Tujuan booster saat ini ya supaya orang bisa mudik. Ada paksaan dan tekanan dari pihak berwenang yaitu pemerintah. Kenapa harus? karena mudik adalah tradisi turun temurun, untuk mudik orang akan melakukan apa saja. Kalau hanya sekedar booster saja pasti mau.”
Booster memiliki bermacam-macam jenis, semua booster bisa digunakan dan semuanya ampuh. Dilihat dari vaksin pertama dan kedua, kemudian bisa ditentukan booster apa yang layak.
“Sekarang semua puskesmas sudah melayani booster, tetapi serapan untuk masyarakat masih kurang. Ada program dari pemerintah saat mudik bila belum vaksin, bisa vaksin ditempat. Untuk vaksin 1 dan 2 saja masih belum 100%,” lanjut Lina.
Jika masyarakat menolak untuk melakukan booster dan nekat mudik, kemungkinan terburuk yang akan terjadi adalah lonjakan kasus Covid-19, dan yang paling berbahaya adalah ketika virus ini bermutasi.

Komentar
Posting Komentar